Wisata Bukit Gundaling


Tepat seminggu sebelum peristiwa gunung Sinabung, saya dan keluarga sempat berekreasi ke wilayah Berastagi. Awalnya kami hanya iseng saja karena penat dengan udara kota dan ingin menghirup kesegaran udara pegunungan, maka pergilah kami ke Berastagi tanpa tujuan mau kemana, yang penting ke Berastagi dulu deh.  Sampai di Berastagi, kami melihat-lihat papan penunjuk jalan sambil mencari daerah tujuan wisata.  Akhirnya kami menemukan suatu tempat wisata yang tidak jauh dari kota Berastagi yaitu Bukit Gundaling.

Penasaran bagaimana suasana wisata disana? cekidot deh ….

Bukit Gundaling berjarak kurang-lebih 3 KM dari kota Berastagi yang berada di ketinggian 1.575 M dpl. Untuk menuju ke lokasi wisata, Anda bisa menggunakan Delman atau Sado sambil menikmati pemandangan indah gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Akses jalan menuju Bukit Gundaling ini kalau ditempuh dengan kendaraan roda 4 merupakan jalan searah yang mengitari Bukit itu sendiri.  Sesampainya di Bukit Gundaling, Anda akan melihat relief di tembok sebelah kanan jalan yang berwarna kuning. lalu setelah itu ada lokasi parkir untuk kendaraan sekaligus terdapat Mushola, sewa Andong, dan sewa Kuda. Di Bukit Gundaling ini terdapat jalan memutar untuk menikmati suasana bukit yang segar. Jadi, ada 2 jalan disini. Satu jalan di bawah adalah akses ke bukit, sedangkan satu jalan lagi di atas adalah tempat wisata itu sendiri.

Belum lengkap rasanya kalau ada kuda tunggangan saya tidak naik, oleh karena itu saya mencoba naik kuda mengitari bukit gundaling. Tarif naik kuda pun cukup bersahabat di kocek, Anda cukup membayar Rp. 20.000,- untuk satu keliling naik kuda. Sedangkan jika ingin beramai-ramai, Anda juga bisa naik Andong seharga Rp. 25.000,-. Belum puas dengan hanya satu keliling? Anda pun bisa menyewa kuda selama satu jam dengan tarif Rp. 100.000,- mengelilingi bukit dan turun memetik buah jeruk. Menyenangkan bukan?

Di atas Bukit, terdapat taman dan beberapa situs yang berupa patung dan tugu. Pada puncaknya terdapat area yang cukup datar yang bisa digunakan untuk bermain. Selain itu, ada juga beberapa bangunan diantaranya gereja tua dan beberapa shelter untuk berteduh. Disana juga terdapat beberapa tenda yang bisa disewakan kepada pengunjung yang ingin menikmati keindahan pemandangan alam sambil lesehan ataupun menikmati bekal dari rumah alias botram. Bagi yang tidak membawa bekal, disana juga terdapat rumah makan yang terletak di pinggir bukit dengan hamparan lahan hijau yang menyejukkan mata.

Bagi Anda yang senang berbelanja, tentu saja tak lengkap rasanya jika sepulang dari tempat wisata tidak membawa buah tangan. Di sepanjang jalan di atas bukit ini terdapat banyak kios yang menjual souvenir mulai dari kerajinan tangan khas Batak sampai dengan kaus bertuliskan Berastagi. Anda ingin mendapatkan harga yang miring? bisa, harga barang disini bisa ditawar kok. Tinggal Anda sajalah yang menentukan.

Selamat berwisata!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: