Samosir dari dekat


Pulau Samosir sarat dengan keindahan alam dan budaya yang unik. Dengan view danau Toba di sekelilingnya, ditambah oleh kesejukan air danau membuat fikiran kembali jernih. Ada beberapa spot tempat wisata yang sempat saya kunjungi yaitu Tomok, Tuktuk, dan Pangururan.

Tomok

Tomok sebagai pelabuhan penyebrangan merupakan daerah yang sangat ramai dikunjungi. Disini terdapat sebuah pasar yang menjual beraneka macam souvenir dan makanan khas Batak. Di atas bukit terdapat makam Raja Sidabutar, yaitu seorang penguasa wilayah Tomok yang merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir. Makam Raja Sidabutar ini terbuat dari batu yang dipahat membentuk peti yang di atasnya dipahatkan juga wajah Sang Raja yang dikawal oleh dua patung gajah. Di komplek makam ini juga terdapat patung Sigale-gale yang mengenakan pakaian tradisional Batak. Sigale-gale adalah boneka kayu yang dapat digerakkan untuk menari. Konon dulunya ada seorang anak bangsawan di Samosir yang wafat dalam usia masih belia. Namun orang tua sang anak tidak rela berpisah dengan anaknya tersebut sehingga dibuatlah patung yang sedemikian rupa mirip dengan anaknya. Patung ini dapat dikendalikan melalui tali-tali oleh seseorang dari belakang sehingga dapat bergerak dan menari untuk menghibur sang bangsawan. Kini, Sigale-gale merupakan salah satu daya tarik wisata Pulau Samosir. Pada pementasannya sekarang, Sigale-gale menari  diiringi oleh musik tradisional Batak dari sebuah pemutar musik modern.

Tuktuk

Tidak jauh dari Tomok, Tuktuk merupakan daerah semenanjung di pulau Samosir. Disini banyak terdapat hotel dan resort serta menyediakan permainan air seperti banana boat, mendayung, dan memancing di danau Toba. Selain terdapat resort dan hotel, disepanjang jalan terdapat kios-kios yang menjual souvenir kerajinan tangan khas Batak. Bahkan Anda bisa memesan kalung, gelang, atau souvenir lain untuk diukirkan nama Anda.

Setelah dari Tomok dan Tuktuk, saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangururan melalui jalan yang mengitari pinggiran danau Toba. Disepanjang jalan, rumah-rumah penduduk kebanyakan masih rumah tradisional. Ada juga rumah adat Batak yang disebut Rumah Bolon. Selain rumah tradisional dan rumah Bolon, Di beberapa tempat juga banyak terdapat makam tradisional Batak yang menyerupai rumah yang berpintu-pintu. Ada beberapa pintu yang masih terbuka dan ada pintu yang sudah tertutup. Pintu yang tertutup artinya sudah diisi oleh jenazah. Biasanya bangunan makam yang terdapat di halaman rumah atau di tengah ladang ini adalah makam untuk satu keluarga.

Gambar makam orang Batak dan rumah Bolon

Pangururan

Di Pangururan, ada juga tempat wisata alam dan budaya diantaranya :

  • Terusan Tano Ponggol yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Terusan ini memisahkan pulau Samosir yang dulunya menyatu dengan pulau Sumatera sehingga pulau Samosir ini juga dapat dicapai melalui jalan darat melewati Naginjang Tele.
  • Pemandian Air Panas yang berjarak sekitar 3 KM dari kota Pangururan.
  • Persanggrahan, yaitu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang kini dipakai sebagai kantor Bupati kabupaten Toba Samosir.
  • Open Stage, bangunan panggung terbuka yang berfungsi sebagai tempat pentas seni dan budaya.
  • Komunitas Tenun Ulos Batak, merupakan kelompok masyarakat yang sampai kini melestarikan tenun tradisional ulos batak di desa Lumban Suhi-suhi yang berjarak sekitar 4 KM dari Kota Pangururan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: