Kota Wisata Cibubur


Sekitar sebulan yang lalu saya bersama keluarga mencoba mencari tempat liburan di Jakarta. Waktu itu terpikir untuk berkunjung ke Kota Wisata Cibubur. Pada saat itu kebetulan ada pertunjukan Barongsai dan debus.

 

 

 

 

 

 

 

Anak saya begitu asyik melihat pertunjukan Barongsai ini dan dengan takut-takut memberikan angpau ke mulut barongsai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Air Terjun Sipiso-Piso – Tongging


 

Pada awal-awal saya ke Medan sekitar bulan Januari 2010, saya menyempatkan diri berkunjung ke Danau Toba. Pada saat itu, saya memilih daerah Tongging karena ada air terjun Sipiso-Piso. Bersama keluarga dan teman-teman, saya berangkat dari medan setelah dzuhur dan sampai di lokasi sekitar jam 4 sore.

Saya tidak sempat turun sampai ke dasar karena hari sudah sore, tapi cukuplah ada beberapa foto untuk kenang-kenangan. Menjelang malam hari, kami pulang dan mampir di Berastagi untuk membeli buah jeruk.

Jalan-Jalan ke Pulau Sikuai Padang


Foto ini saya ambil pada bulan Maret 2009 ketika saya berkunjung ke kota Padang. Aslinya lebih indah dari foto ini. Percayalah !!!

Sisi Lain Tangerang


Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke rumah salah seorang kerabat yang tinggal di kampung Jembatan Papan, Pakuhaji, Tangerang. Lokasinya tidak jauh dari bandar udara Soekarno Hatta. Dari bandara, tinggal naik angkutan trans ke arah pintu M1 kemudian naik elf. Untuk menuju kesana, terlebih dahulu saya harus menyebrangi sungai Cisadane dengan mengggunakan perahu dari Eretan ke kampung Gaga. Perahu penyebrangan ini bisa memuat beberapa orang dan sepeda motor. Sebagai penahannya, terdapat kawat cukup besar yang terbentang melintasi sungai.

Setelah menyebrangi sungai, selanjutnya perjalanan ditempuh menggunakan ojek sampai ke lokasi. suasana sepanjang jalan masih hijau, banyak terdapat sawah dan kebun sehingga saya merasa seperti di kampung sendiri. Selain itu, ternak seperti sapi dan kambing dibiarkan liar begitu saja di halaman rumah dan kebun untuk mencari rumput segar sendiri.

Setibanya di lokasi, ternyata rumah kerabat saya ada di tengah sawah dengan dikelilingi hamparan tanah pesawahan yang luas. Ada pemandangan yang menarik saya disana, yaitu sebuah alat mirip pompa terbuat dari bambu yang berada di tengah sawah. Masyarakat sini menyebutnya sengkotan. Setelah saya tanyakan, ternyata sengkotan adalah alat pengairan yang lazim digunakan disini dan berfungsi untuk menimba air dari sumur yang berada tepat di bawahnya. Untuk mempermudah pendistribusian air, digunakanlah tahang, semacam pikulan yang di kedua sisinya terdapat jerigen yang sudah dikasih bambu untuk menuangkan air.

Setelah puas berkeliling, saya pun pamit pulang. Kini, saya tidak melewati Eretan namun melalui Kampung Melayu untuk kemudian menuju ke bandara Soeta.

Becak Dayung


Betor atau Becak Motor merupakan kendaraan yang banyak dipilih masyarakat kota Medan dibandingkan dengan jenis kendaraan lain. Bahkan selama saya berada di kota ini, saya belum pernah melihat ada ojek, yang ada hanya Betor. Keunggulan betor ini salah satunya bisa mengangkut 2 sampai dengan 3 orang penumpang dengan tujuan kemana saja. Selain itu, betor ini tergolong cepat karena bisa nyelip-nyelip diantara kemacetan dan bisa melalui gang-gang sempit yang tidak bisa dilalui taxi atau angkot.

Bukan hanya Becak Motor yang bisa Anda jumpai di kota Medan. Ada jenis becak lain yaitu Becak Dayung, becak yang ditarik oleh sepeda dan dikayuh/didayung oleh manusia. Namun desain becak ini juga sama dengan becak motor yang berada di samping becak. Desain ini konon mengambil dari desain motor militer tentara Jerman. Kalau menurut pengalaman saya, menaiki becak dayung lebih menyenangkan karena lebih santai dan tidak berisik.

Samosir dari dekat


Pulau Samosir sarat dengan keindahan alam dan budaya yang unik. Dengan view danau Toba di sekelilingnya, ditambah oleh kesejukan air danau membuat fikiran kembali jernih. Ada beberapa spot tempat wisata yang sempat saya kunjungi yaitu Tomok, Tuktuk, dan Pangururan.

Tomok

Tomok sebagai pelabuhan penyebrangan merupakan daerah yang sangat ramai dikunjungi. Disini terdapat sebuah pasar yang menjual beraneka macam souvenir dan makanan khas Batak. Di atas bukit terdapat makam Raja Sidabutar, yaitu seorang penguasa wilayah Tomok yang merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir. Makam Raja Sidabutar ini terbuat dari batu yang dipahat membentuk peti yang di atasnya dipahatkan juga wajah Sang Raja yang dikawal oleh dua patung gajah. Di komplek makam ini juga terdapat patung Sigale-gale yang mengenakan pakaian tradisional Batak. Sigale-gale adalah boneka kayu yang dapat digerakkan untuk menari. Konon dulunya ada seorang anak bangsawan di Samosir yang wafat dalam usia masih belia. Namun orang tua sang anak tidak rela berpisah dengan anaknya tersebut sehingga dibuatlah patung yang sedemikian rupa mirip dengan anaknya. Patung ini dapat dikendalikan melalui tali-tali oleh seseorang dari belakang sehingga dapat bergerak dan menari untuk menghibur sang bangsawan. Kini, Sigale-gale merupakan salah satu daya tarik wisata Pulau Samosir. Pada pementasannya sekarang, Sigale-gale menari  diiringi oleh musik tradisional Batak dari sebuah pemutar musik modern.

Tuktuk

Tidak jauh dari Tomok, Tuktuk merupakan daerah semenanjung di pulau Samosir. Disini banyak terdapat hotel dan resort serta menyediakan permainan air seperti banana boat, mendayung, dan memancing di danau Toba. Selain terdapat resort dan hotel, disepanjang jalan terdapat kios-kios yang menjual souvenir kerajinan tangan khas Batak. Bahkan Anda bisa memesan kalung, gelang, atau souvenir lain untuk diukirkan nama Anda.

Setelah dari Tomok dan Tuktuk, saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangururan melalui jalan yang mengitari pinggiran danau Toba. Disepanjang jalan, rumah-rumah penduduk kebanyakan masih rumah tradisional. Ada juga rumah adat Batak yang disebut Rumah Bolon. Selain rumah tradisional dan rumah Bolon, Di beberapa tempat juga banyak terdapat makam tradisional Batak yang menyerupai rumah yang berpintu-pintu. Ada beberapa pintu yang masih terbuka dan ada pintu yang sudah tertutup. Pintu yang tertutup artinya sudah diisi oleh jenazah. Biasanya bangunan makam yang terdapat di halaman rumah atau di tengah ladang ini adalah makam untuk satu keluarga.

Gambar makam orang Batak dan rumah Bolon

Pangururan

Di Pangururan, ada juga tempat wisata alam dan budaya diantaranya :

  • Terusan Tano Ponggol yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Terusan ini memisahkan pulau Samosir yang dulunya menyatu dengan pulau Sumatera sehingga pulau Samosir ini juga dapat dicapai melalui jalan darat melewati Naginjang Tele.
  • Pemandian Air Panas yang berjarak sekitar 3 KM dari kota Pangururan.
  • Persanggrahan, yaitu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang kini dipakai sebagai kantor Bupati kabupaten Toba Samosir.
  • Open Stage, bangunan panggung terbuka yang berfungsi sebagai tempat pentas seni dan budaya.
  • Komunitas Tenun Ulos Batak, merupakan kelompok masyarakat yang sampai kini melestarikan tenun tradisional ulos batak di desa Lumban Suhi-suhi yang berjarak sekitar 4 KM dari Kota Pangururan.

Jalan-jalan ke Pulau Penyengat


Pulau Penyengat berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, terletak sekitar 6 KM di sebelah barat kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pulau ini merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di dalamnya terdapat peninggalan-peninggalan kerajaan Riau.

Konon katanya, pulau ini sudah terkenal di kalangan pelaut sejak berabad-abad lalu yang merupakan tempat persinggahan dan tempat untuk mengambil air bersih. Menurut legenda, suatu ketika ada sekelompok pelaut sedang mengambil air bersih kemudian diserang/disengat oleh semacam lebah. Sejak saat itulah pulau ini dinamakan pulau Penyengat.

Untuk berkeliling pulau, Anda bisa menaiki becak motor yang bentuknya agak unik karena sudah dihias dan bercorak warna kuning seperti kebanyakan bangunan di pulau ini. Para sopir becak ini juga bisa menjadi guide para wisatawan. Anda bisa diantar ke makam raja-raja dan pahlawan, Istana kantor, Balai Adat, Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, serta bisa juga mengantarkan ke Bukit Kursi yang di atasnya terdapat benteng pertahanan Bintan. Di atas bukit ini masih tersisa meriam-meriam peninggalan jaman dahulu yang masih kokoh sampai sekarang.

Dari atas bukit, Anda bisa menikmati keindahan alam Pulau Penyengat yang berupa pantai dan perbukitan serta lautan yang membentang.