Air Terjun Sipiso-Piso – Tongging


 

Pada awal-awal saya ke Medan sekitar bulan Januari 2010, saya menyempatkan diri berkunjung ke Danau Toba. Pada saat itu, saya memilih daerah Tongging karena ada air terjun Sipiso-Piso. Bersama keluarga dan teman-teman, saya berangkat dari medan setelah dzuhur dan sampai di lokasi sekitar jam 4 sore.

Saya tidak sempat turun sampai ke dasar karena hari sudah sore, tapi cukuplah ada beberapa foto untuk kenang-kenangan. Menjelang malam hari, kami pulang dan mampir di Berastagi untuk membeli buah jeruk.

Becak Dayung


Betor atau Becak Motor merupakan kendaraan yang banyak dipilih masyarakat kota Medan dibandingkan dengan jenis kendaraan lain. Bahkan selama saya berada di kota ini, saya belum pernah melihat ada ojek, yang ada hanya Betor. Keunggulan betor ini salah satunya bisa mengangkut 2 sampai dengan 3 orang penumpang dengan tujuan kemana saja. Selain itu, betor ini tergolong cepat karena bisa nyelip-nyelip diantara kemacetan dan bisa melalui gang-gang sempit yang tidak bisa dilalui taxi atau angkot.

Bukan hanya Becak Motor yang bisa Anda jumpai di kota Medan. Ada jenis becak lain yaitu Becak Dayung, becak yang ditarik oleh sepeda dan dikayuh/didayung oleh manusia. Namun desain becak ini juga sama dengan becak motor yang berada di samping becak. Desain ini konon mengambil dari desain motor militer tentara Jerman. Kalau menurut pengalaman saya, menaiki becak dayung lebih menyenangkan karena lebih santai dan tidak berisik.

Menara Air Tirtanadi Medan


Anda para pendatang di kota Medan “wajib” mengunjungi bangungan yang satu ini karena Menara Air Tirtanadi merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara. Sayang sekali jika Anda melewatkan bangunan unik ini. Menara air ini dulunya milik pemerintahan kolonial Belanda yang bernama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih yang berdiri pada tahun 1905. Menara Air ini selesai dibangun pada tahun 1908 dan sekarang sudah menjadi milik PDAM Tirtanadi. Fungsinya untuk mensuplai kebutuhan air bersih para penduduk yang sampai sekarang masih tetap digunakan. Selain itu, Menara Air ini dulunya berfungsi juga sebagai Landmark kota Medan

Menara Air ini tingginya 42 meter dan beratnya 330 ton. Alamatnya di Jln. Sisingamangaraja No. 1 yang terletak di perempatan Jalan Sisingamangaraja-Jalan Pandu-Jalan Cirebon-Jalan Hj. Ani Idrus. Letaknya tidak jauh dari hotel Soechi Novotel. Cukup mudah dijangkau karena terletak di tengah kota medan. Anda bisa naik angkot, bemo, ataupun Becak Motor untuk menuju lokasi ini.